Kepala silinder mesin 4 tak harus dibongkar scr berkala. Ini menyangkut kebersihan ruang bakar & kebocoran klep masuk serta buang. “setidaknya tiap 20.000-25.000 km kepala silinder harus dibuka untuk membersihkan ruang bakar & mendeteksi kebocoran klep.” Scr teori ruang bakar kotor & klep bocor turut menyumbang pemborosan BBM. Apalagi saat ini premium melambung tentuoya pengeluaran akan jauh meningkat ditambah kondiri mesin yg gak sehat (konsumsi BBM boros) membuat biaya untuk pembelian BBM bertambah.
Pembongkaran kepala silinder ini lebih mengutamakan pengecekan kondisi mesin agar perfoma & konsumsi bahan bakar tdk jauh dari keadaan barunya. Kerak dirvang bakar membuat pembakaran tdk sempurna, beberapa kasus penumptkan kerak berujung detonasi. Jadi lebih baik bersihkan kerak kepala silinder & piston dg amplas atau kertas gosok. Selanjutnya cek kebocoran klep masuk & buang. Cara pengeteran cukup menuangkan cairan bensin kedalam porting masuk & buang. Jika pada daun klep terdapat rembesan cairan, berarti terjadi kebocoran klep. “Klep bocor terjadi karena usia dan tumpukan kerak. Munculnya deposit karbon karena kualitar BBM yg kurang bagus. Biasanya tercampur minyak tangah.” Supaya klep tdk terdapat kebocoran, valve in & out harus menjalani proses skur klep. Ini bertujuan mencegah kebocoran ruang bakar saat langkah kompresi. Untuk pengetesan hasil skur klep tuangkan kembali cairan ke dalam porting. Jika tdk terjadi kebocoran berarti klep normal. Jika kepala silinder sehat, pembakaran yg terjadi diruang bakar pun lebih optimal. Konsumsi BBM jauh lebih irit dari sebelumnya.


Disneyland 1972 Love the old s